Category Archives: Parenting

Tak Mau Kontak Mata Saat Bicara

Ibu mayke, anak saya (3) kalau diajak berbicara tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya. Kadang-kadang jawabannya ju ga tidak nyambung. Apakah ini merupakan tanda-tanda autisme? Kemana saya harus memastikan kondisinya? Bicaranya juga masih banyak cadel dan pelo meski kosa katanya cukup banyak untuk seusianya. Mohon jawaban ibu mayke.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Azka yinara – jakarta Ibu Azka, saya tidak tahu pasti apakah putra Ibu tergolong pada kelompok anak yang mengalami Autism Spectrum Disorder atau gangguan perkembangan bahasa. Menurut Ibu, jawaban yang diberikan oleh anak tidak sesuai dengan pertanyaannya. Perlu diamati, apakah “salah” menjawab selalu terjadi ataukah hanya sesekali? Apabila selalu terjadi, sebaiknya Bu Azka berkonsultasi ke klinik tumbuh kembang anak di rumah sakit terdekat.

Mengenai bicaranya yang masih cadel tetapi kalau masih bisa ditangkap oleh orang lain, dapat dikatakan wajar mengingat usianya baru 3 tahun. Apabila sampai usia 4 tahun bicaranya masih sangat cadel, maka perlu dikonsultasi kan dan mungkin memerlukan terapi wicara. Untuk sementara waktu, Ibu dapat melatih agar anak mau melakukan kontak mata.

Caranya dengan menggunakan bantuan fisik, yaitu pegang kepala anak untuk diarahkan pada wajah orang yang mengajaknya berbicara. Sebaiknya sering menemani anak melakukan kegiatan bersama dan tidak membiarkannya sendirian saja. Sebab nanti anak semakin tidak terlatih untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Saya sarankan Ibu secepatnya konsultasi ke klinik tumbuh kembang terdekat dan memeriksakan ke psikolog anak. Salah satunya ke Klinik Terpadu, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Kampus UI, Depok.

Cegah Muntah Saat Melahirkan

Mual muntah merupakan salah satu efek samping dari tindakan epidural. “Sebab, epidural bisa menurunkan tekanan darah secara tiba-tiba. Salah satu gejalanya adalah mual dan muntah,” kata David J. Birnbach, MD, pakar dari American Society of Anesthesiologists dan vice chair di bagian Anestesiologi di University of Miami.

Meski tidak mendapatkan epidural, tak mustahil juga mamil bisa muntah di ruang bersalin. Ini bisa diakibatkan rasa sakit yang dialami atau adanya makanan di perut, sementara pencernaan biasanya akan terhenti sementara selama proses persalinan. Agar terhindar dari insiden ini, hindari makan berat pada tahap-tahap awal persalinan. Setop makan dan minumlah air saja saat sudah memasuki masa persalinan aktif.

Sumber : https://eduvita.org/

 

Menyumbangkan Mainan Si Kecil

Setelah pesta ulang tahun, pasti anak akan menerima banyak sekali hadiah mainan. Sementara di rumah, mainan anak sudah menumpuk hingga tak tahu lagi mau ditaruh di mana. Adalah tindakan yang bijak jika kita menyembunyikan atau menyimpan di tempat yang tak terjangkau anak beberapa mainan yang jarang dimainkan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Secara periodik, kita bisa merotasi mainan-mainan tersebut. Selain itu, boleh jadi ini saat yang tepat untuk menyumbangkan mainan anak ke orang-orang yang lebih membutuhkan. Kalaupun kita meminta izin si kecil, tentu ia akan memaksa untuk menyimpan semuanya. Namun, sebetulnya ia tidak terlalu ngeh jika ada mainannya yang tidak ada lagi, jika kita tidak menyebutnya. Ajak anak memberikan mainan yang sudah dipilihnya untuk orang lain atau buatlah garage sale dimana anak bisa membantu menyiapkan semuanya.

Banyak Berdiri Lebih Sehat

Menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdiri ketimbang duduk di belakang meja, ternyata bisa memperbaiki kadar gula darah, lemak dalam darah, serta kadar kolesterol. Hasil studi yang dimuat di European Heart Journal ini juga menyatakan, lebih sering berjalan kaki dan tidak banyak duduk pun bisa berpengaruh positif terhadap ukuran pinggang dan indeks massa tubuh.

“Cukup luangkan waktu ekstra dua jam saja sehari untuk berdiri, itu sudah bisa membuat kadar gula darah puasa rata-rata menjadi 2% lebih rendah, trigliserida rata-rata menjadi 11% lebih rendah, dan rasio kolesterol baik terhadap kolesterol jahat menjadi 6% lebih rendah,” kata kepala riset Dr Genevieve Healy dari School of Public Health, University of Queensland, Australia.

Tak Mau Anak Asma? Coba Pelihara Anjing!

Penelitian yang dilakukan di Swedia memperlihatkan, anak-anak yang tumbuh besar bersama anjing peliharaan berisiko 15% kecil untuk mengidap asma, dibandingkan anak-anak yang tidak punya anjing. “Studi sebelumnya memperlihatkan, tumbuh besar di peternakan bisa menurunkan risiko asma pada anak hingga setengahnya. Ternyata, hal ini juga berlaku pada anak-anak yang memelihara anjing,” kata Tove Fall, Asisten Profesor di bidang Epidemiologi dari Department of Medical Sciences dan Science for Life Laboratory, Uppsala University, Swedia.

Sindrom Pertusis

Ada pula sindrom pertusis yang memberikan tanda dan gejala mirip dengan pertusis. Namun, penyebab sindrom pertusis adalah virus dan bak teri lain di luar Bordetella Pertussis. Manifestasi klinisnya juga lebih ringan, lama sakit lebih pendek dan tidak memiliki stadium sebagaima na yang disebabkan B. Pertussis. Pengobatannya dengan pemberian antibiotik untuk mengurangi terjadinya infeksi bakterial. Tindakan pencegah an sama dengan pencegahan penyakit Pertusis.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

3 Kali Makan, 2 Kali Makan Kudapan

Jadwal makan ini harus dibiasakan sejak dini dan dilaksanakan dengan konsisten, artinya pada jamjam yang sama setiap hari. Selain itu, usahakan agar durasi setiap makan maksimal 30 menit untuk membantu anak mengenali kapan ia harus makan. Apabila pada satu kali waktu makan, anak melewatkan jadwal karena menolak, melepeh, atau terlalu lama mengunyah makanannya, Mama tidak perlu memaksanya untuk makan.

Baca juga : Kursus Bahsa Jerman di Jakarta

Melalui pola ini, anak belajar mengenai konsekuensi, yaitu bila tidak makan, maka ia akan merasa lapar dan lapar adalah perasaan yang tidak nyaman. Dengan demikian, anak belajar bila waktu makan tiba, ia harus makan. Jika anak melepeh atau melempar makanan, Mama dapat menghentikan sesi makan untuk mengajari anak lebih menghargai makanan.

Percayalah, meski belum bisa berbicara dengan lancar, anak dapat memahami apa yang Mama jelaskan. Oleh karena itu, berikanlah penjelasan ke batita mengapa ia harus makan secara teratur, beretika, dan mengonsumsi menu yang bervariasi. Semakin anak mengerti alasan ia harus makan, maka semakin termotivasi ia untuk mempertahankan perilaku makan tersebut.

Batasi Penggunaan Tablet Dan Ponsel Pintar

Lembaga American Academy of Pediatrics mengimbau para orangtua untuk menjauhkan televisi, komputer, ponsel pintar, dan tablet bagi anak-anak di bawah usia 2 tahun. Imbauan ini muncul seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna gadget yang berusia di bawah tiga tahun.

“Fakta ini sebenarnya tidak mengejutkan, mengingat banyak orangtua sekarang yang memiliki gadget canggih, sehingga dengan sendirinya anak juga akan ikut menggunakan,” kata Dr. Hilda Kabali, dokter anak dari Einstein Medical Center, Philadelphia. Hasil studi Kabali memperlihatkan, hampir 50% batita menggunakan ponsel pintar dan tablet sebelum ulang tahun pertamanya.

Pada usia 2 tahun, rata-rata anak yang menjadi responden penelitian menghabiskan minimum satu jam untuk bermain di perangkat mobile ini. Studi juga memperlihatkan, banyak orangtua menggunakan gadget sebagai sarana untuk menenangkan bayi maupun batitanya, sementara mereka sedang sibuk mengerjakan hal lain.

Apa itu kontrasepsi Norplant?

Kapsul-kapsul ini bisa terasa dan kadang kala terlihat seperti benjol an atau garis-garis. Norplant dapat dipasang pada waktu menstruasi atau setelah melahirkan oleh dokter atau bidan yang terlatih. Sebelum pemasangan, umumnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan pada Mama. Mama juga akan menjalani anastesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Luka bekas pemasangan harus dijaga agar tetap bersih, kering, dan tidakboleh kena air selama 5 hari.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter seminggu setelah pemasangan. Setelah itu, setahun sekali selama pemakaian dan setelah 5 tahun norplant harus diambil/dilepas. Efektivitas norplant cukup tinggi. Alat kontrasepsi ini juga tidak mengganggu kelancaran ASI. Namun susuk tak boleh digunakan oleh pen derita diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, migrain, epilepsi, ken cing batu, penyakit jantung, atau ginjal. Adapun efek samping yang bisa muncul adalah spotting atau menstruasi yang tidak teratur dan berat badan bertambah.

Jangan Khawatir Sulit Hamil

Pertanyaan selanjutnya terkait kontrasepsi ini adalah apakah perempuan akan sulit hamil setelah ber-KB? Seperti dilansir dari situs BKKBN, memang butuh waktu untuk subur kembali setelah pemakaian KB hormonal yang cukup lama, seperti suntik, pil, dan susuk. Penyebabnya tak lain selama pemakaian alat kontrasepsi tersebut, kondisi hormon seorang perempuan “diganggu” agar sementara berada dalam kondisi “ti dak subur”.

Ketidakseimbangan hormonal yang diakibatkannya berefek menjadi ketidaksuburan. Contoh, pada kasus Mama yang menjalani suntik kontrasepsi 3 bulanan yang dipakai lebih dari 1 tahun. Meski sudah berhenti ber-KB selama 3 bulan, di dalam darahnya bisa masih tersisa hormon-hormon yangdisuntikkan sebelumnya. Inilah yang menyebabkan Mama tidak dapat menjadi subur seketika. Untuk mengembalikan keseimbang an hormonalnya, Mama diharapkan sabar menunggu sambil te rus berusaha.

Proses pencapaian kesubur an kembali sangatlah individual. Mungkin mingguan atau bulanan. Yang dapat dilakukan untuk memulihkan keseimbangan hormon antara lain perhatikan pola makan, jaga stamina dengan berolahraga, tidak merokok dan minum alkohol, serta hindari stres. Selain itu, nikmati hubungan suami-istri dengan suasana relaks dan bahagia, saling menyayangi dan tanpa dibawa beban.

Sumber : pascal-edu.com