Category Archives: Kuliner

Grano Kudapan Ringan ala Catering Kantor Jakarta

Grano Kudapan Ringan ala Catering Kantor Jakarta

PÜRA VÏDA – Semangat untuk mengajak masyarakat hidup sehat yang tak kalah hebat, dilakukan oleh Shalindra Kawilarang, Vanessa Budihardja, dan Krizia Liauw, para pendiri Pura Vida. Mereka memperkenalkan kebiasaan menyantap hidangan alami dengan mengonsumsi whole food yang sealami mungkin. Ketiga pendiri produk bernama Pura Vida ini yakin bahwa menerapkan pola makan sehat adalah syarat mutlak yang tak bisa ditawar lagi jika seseorang ingin meningkatkan kualitas hidupnya. Istilah beken yang dipopularkan mereka di Indonesia adalah clean eating. Shalindra, Vanessa, dan Krizia menciptakan 4 jenis produk andalan bernama Noche, Grano, Miel, dan Dulce.

Setiap jenis memiliki peran berbeda bagi kebutuhan makan setiap hari. Misalnya, Grano yang merupakan sarapan sereal yang bisa disajikan bersama susu dingin atau yoghurt.Sajian ini dikemas dalam berat 340 gram. Isinya terdiri dari rolled oats, flax seeds, kacang tanah, mede, wijen, kayu manis, cengkeh, kelapa, madu, gula aren, dan mixed dry fruit. Untuk makan malam.

Noche adalah produk yang diciptakan mereka dengan pilihan, antara lain chunky monkey yang terdiri dari pisang, dark chocolate, homemade greek yoghurt, almond milk, selai kacang, dan rolled oats yang semua bagian bahannya dibuat sendiri termasuk selai. Ada juga strawberry cheese cake yang terdiri dari buah stroberi, rolled oats, cottage cheese, kurma, dan homemade greek yoghurt plus almond milk. Chia seed dalam pilihan ini ada paduan chianilla, kakaochia, dan matchia.

Seluruhnya dijual antara Rp 50 ribu sampai Rp 80 ribu. Vanessa dan timnya juga membuat sebuah produk miel atau madu yang tidak diproses di pabrik serta tidak ada tambahan pemanis maupun pengawetnya. Mereka memanfaatkan keistimewaan pangan lokal dari Kota Mobagu, Manado yang terkenal dengan produk madu kecokelatan dengan citarasa karamel, buah ceri, dan kopi yang khas. Raw honey ini begitu meroket sejak diluncurkan tahun 2014 lalu. Seluruh produk Pura Vida bisa dipesan dan diantar ke seluruh Jabodetabek dengan proses pengiriman 3 kali seminggu.

Nasi Goreng dan Mie Goreng rendah Kalori ala Catering Sehat Jakarta

Nasi Goreng dan Mie Goreng rendah Kalori ala Catering Sehat Jakarta

Kedai Keblasuk – Dengan berlatar belakang kecintaannya pada dunia pertanian dan pangan lokal, hermitianta prasetya putra (28) mendirikan kedai keblasuk pada pertengahan september 2014. Konsep hidangan yang dihadirkan adalah bahan pangan yang sehat yang ditanamnya dengan konsep natural farming (ditanam dengan cara alami). Melalui natural farming ini, pestisida dan pupuk kimia tidak digunakan. “Perawatan tanaman hanya menggunakan pupuk organik,” tandasnya.

Dengan menggunakan produk tani dari natural farming, hermitianta juga dapat memantau dari mana bahan-bahan pangan yang ia masak. Ia berkomitmen untuk mendayagunakan bahan pangan lokal sehingga sebisa mungkin bahan pangan yang digunakan berasal dari wilayah daerah istimewa yogyakarta. Konsep hidangan sehat yang juga diusung oleh kedai keblasuk adalah bebas msg. Rasa gurih diolahnya dari kaldu jamur dan berbagai rempah. Kaldu jamur sendiri dibuat home made oleh salah satu supplier-nya.

Ia juga menggalakan pengolahan aneka umbi dan singkong karena ketela merupakan bahan lokal yang mudah didapatkan dan sehat. Misalnya milangkori, sajian sejenis mi goreng lengkap dengan sayuran, namun terbuat dari tepung ketela. Ada lagi hidangan nasi keslamur yang mirip nasi goreng lengkap dengan telur, sayur, dan jamur. Nasi keslamur menggunakan beras yang dibuat dari ketela. Berbeda dengan beras yang berasal dari padi, beras ketela ini ukurannya lebih kecil dan memiliki tekstur yang kenyal.

Sajian sate kepepet dari ketela juga laris, terdiri dari dua tusuk berisi ketela, jamur, wortel dan nanas. Di atas sate tersebut disiram saus merah yang dibuat dari sari alami tomat organik. Tak hanya makanan, kedai keblasuk pun menyuguhkan sajian minuman yang berbasis bahan lokal. Antara lain coklat jowo yang berbahan gula aren.

Cokelatnya sendiri merupakan produk tani lokal dari dari kulon progo. Selain cokelat, kedai keblasuk juga menyediakan kopi lokal, yaitu kopi menoreh, kopi merapi, dan kombucha. “Andalannya kombucha serbat. Tapi penyajiannya musiman. Tergantung buah dan hasil kebun yang bisa dipanen saat itu,” jelas hermitianta.

Melalui kedai keblasuk, hermitianta ingin masyarakat menyadari betapa pentingnya belajar menikmati makanan sesuai musim agar tanah tetap gembur dan lestari jika ditanam bergantian sesuai musim. “Orang harus tahu apa yang mereka makan dan berasal dari mana,” kata hermitianta yang berharap kedainya bisa jadi ruang yang dapat mempertemukan petani lokal dan konsumen agar terjadi sistem fair trade atau jual beli yang adil bagi petani.

Letusee Hotel Amelia Bagian 2

Sedangkan cashew milk diolah menjadi milkshake dengan pilihan rasa stroberi, vanila, dan cokelat dengan perasa alami. Melalui Letusee, Nurul dan Stephanie tidak hanya ingin sekadar menjual makanan sehat, tetapi mengajak masyarakat kalangan muda untuk lebih menghargai bahan pangan lokal bahkan ikut mengambil peran dalam pelestarian lingkungan.

Karena menyasar anak muda, maka tiap makanan dibanderol dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu-an. Mereka bertekad mengajak masyarakat kalangan muda di Yogyakarta untuk lebih menghargai bahan pangan lokal dan ambil peran dalam melestarikan lingkungan. Salah satunya melalui program ramah lingkungan. “Pelanggan akan mendapat potongan harga apabila membawa wadah untuk take away,” ujar Stephanie mantap.

Makanan dengan Bahan Organik ala Catering Jakarta

Makanan dengan Bahan Organik ala Catering Jakarta

Letusee – Dengan bangga sepasang sahabat Nurul Haida Puspitasari (22 ) dan Maria Stephanie (25) menunjukan semua bahan pangan yang digunakan di dalam restorannya adalah bahan lokal organik, tanpa MSG. Inilah semangat yang ingin mereka sebarkan pada pengunjung yang datang bersantap di Letusee. “Pada dasarnya, kami harus tahu tempat bahan ditanam dan dipanen sebelum kami olah,” ujar Nurul.

Para pengunjung yang datang makan di sini akan diberi tahu dari mana tanaman itu berasal. Itu sebabnya kedai makan ini diberi nama “Letusee” diambil dari “let u see” agar para pembeli melihat proses dan asal bahan yang mereka gunakan. Untuk mendukung konsepnya ini, Nurul dan Stephanie giat ikut berbagai acara komunitas yang mengusung tema organik dan lokal. Sebagai contoh, di kegiatan Jogja Organik, mereka bertemu dengan petani organik lokal dan berbelanja secara langsung.

Tak hanya menggunakan bahan-bahan organik dan lokal, Nurul mengolah sendiri berbagai dressing salad yang digunakan pada berbagai menu salad yang menarik. Misalnya pada sajian Chicken Salad, Nurul menggunakan campuran selada, tomat, sunkist, paprika merah, kismis, zaitun hitam, dan ayam panggang. Untuk dressingnya, alih-alih menggunakan orange sauce dari jeruk impor, ia memilih menggantinya dengan campuran jeruk baby pacitan dan jeruk nipis. Untuk vegetarian, Letusee juga menyediakan menu Veggie Burger dengan bun dari tepung gandum.

Burger ini menggunakan patty yang dibuat sendiri dari campuran kacang merah dan ubi cilembu plus homemade bumbu kari. Saus yogurt dan bawang putih dituangkan di akhir sebagai pelengkap. Selain berbagai menu salad dan sandwich, Letusee juga memiliki produk olahan produk saus homemade antara lain balsamic dressing, italian dressing, mayo dressing, dan Ppesto yang pembelinya datang dari berbagai kota besar di Indonesia. “Bahan pine nut dalam pesto saya ganti dengan biji bunga matahari,” ujar Nurul. Untuk minuman, Stephanie mempopulerkan infused water, kombucha (fermentasi teh) beragam rasa, smoothies yoghurt lokal, hingga cashew milk di Yogyakarta. Kombucha dengan aneka rasa, seperti buah naga, rosella, dan mulberry, disajikan dalam kemasan botol.