Category Archives: Berita

Angkat Sauh Feri Jarak Jauh Bagian 2

Lewat laut, jarak Surabaya-Lombok yang hampir 450 kilometer memakan waktu tempuh 19 jam atau 21 jam bila kondisi gelombang tinggi—jauh lebih cepat ketimbang perjalanan darat yang mencapai 48 jam. ASDP juga menghitung, truk SurabayaLombok yang memakai jalur darat hanya bisa melakukan perjalanan tiga rit dalam satu bulan. Jumlah perjalanan itu tak sampai setengah bila truk menempuh jalur laut.

Faik Fahmi mengatakan, tak hanya diminati pengusaha logistik, rute baru ini mulai diburu masyarakat untuk berwisata. ”Jadi tak khusus angkutan barang saja,” ujarnya pada Jumat dua pekan lalu. Pemerintah berharap pelayaran jarak jauh ini bisa mengurai kepadatan di jalan raya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan padatnya volume truk yang menyeberang menuju Bali dan Nusa Tenggara Barat dipersoalkan sejumlah pemerintah daerah.

Beberapa bupati, kata Budi, mengeluh jalan di wilayahnya cepat rusak karena dilalui truk bertonase besar. ”Biaya perbaikan jalan di Jawa dan Bali dalam satu tahun kalau ditotal bisa Rp 22 triliun,” ujar Budi. Buruknya jalan sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Barat juga dikeluhkan sopir truk. ”Banyak yang rusak, terutama di Bali,” kata Ivan Tri, sopir truk asal Malang, Jawa Timur, kepada Tempo di Tanjung Perak. Ivan sudah dua kali memanfaatkan rute baru Legundi dari Surabaya ke Lombok. ”Ban lebih awet dan muatan tidak mudah rusak,” ucapnya.

Bukan cuma jalan rusak, kata Budi, banyaknya pungutan liar di jalan membuat biaya logistik membengkak. Itu sebabnya, sepulang kunjungan kerja dari Bali dan Nusa Tenggara Barat, ia mematangkan konsep feri jarak jauh dengan ASDP. Kapal jenis roro dipilih agar peredaran barang, terutama bahan kebutuhan pokok, lebih cepat sampai. Kemampuan kapal roro bersandar di pelabuhan dangkal dan fasilitas ramp untuk jalur masuk-keluar kendaraan mempermudah bongkarmuat barang.

Bagi ASDP, konsep feri jarak jauh bukan hal baru. Sebanyak 53 rute dari total 195 jurusan yang dikelola perseroan menempuh jarak di atas 100 mil (160 kilometer). Namun perusahaan belum mengoperasikan rute jarak jauh khusus angkutan barang. Berkaca pada pelayaran Legundi, perseroan berniat membuka rute feri Jakarta-Surabaya pada akhir Januari ini. ASDP menargetkan kapal bisa berlayar empat rit dalam satu pekan.

Angkat Sauh Feri Jarak Jauh

Puluhan truk barang antre mengular di area parkir sementara Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pada Kamis dua pekan lalu, antrean kendaraan itu tengah menunggu giliran naik ke kapal motor penumpang Legundi, yang baru bersandar di sana. Truk dengan aneka muatan itu satu per satu masuk ke lambung kapal. ”Sebanyak 25 unit truk campuran diparkir di dek utama, 15 unit di dek atas, dan 5 unit di dek bawah,” ujar seorang petugas lapangan. Legundi adalah kapal jenis roll-on/rollo? (roro) milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Pada awal Desember lalu, feri ini mudik ke tempat kelahirannya di Surabaya. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, kapal buatan PT Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya ini beroperasi di jalur penyeberangan Merak, Banten-Bakauheni, Lampung. Legundi kini mendapat tugas baru: melayani pelayaran jarak jauh dari Surabaya ke Pelabuhan Lembar, Lombok. Pembukaan rute ini dilakukan setelah ASDP melihat potensi lalu lintas jalur Jawa Timur-Nusa Tenggara Barat.

Volume ratarata truk yang menyeberang dari Jawa Timur melalui Ketapang di Banyuwangi menuju Gilimanuk di Bali mencapai 1.500 per hari. Sepuluh persen dari jumlah itu, menurut Direktur Utama ASDP Faik Fahmi, melanjutkan perjalanan dengan menyeberang dari Padang Bai di Karang Asem, Bali timur, menuju Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat. Lambung Legundi pada Kamis sore dua pekan lalu itu memang belum terisi penuh.

Dari kemampuan angkut 142 unit kendaraan dan 812 penumpang, tingkat keterisian kapal baru 50-60 persen, yang didominasi truk angkutan barang. Manajer Usaha ASDP Cabang Surabaya Wildan Jazuli mengatakan Legundi belum banyak dilirik penumpang kendaraan kecil. ”Banyak yang belum tahu rute ini karena masih baru,” ujarnya kepada Tempo. Meski begitu, menurut Wildan, minat konsumen meningkat menjelang tutup tahun.

Pada awal peluncuran, jumlah penumpang berkisar 50 orang. Kini penumpang Legundi bisa mencapai 200 orang. ASDP juga sudah menerima booking pelayaran pulang-pergi Surabaya-Lombok dari sebuah klub mobil yang memberangkatkan 80 kendaraan menjelang malam pergantian tahun. Waktu tempuh yang lebih cepat ketimbang jalur darat jadi modal ASDP mempromosikan pelayaran baru tersebut.