Unik Inilah 5 Kebiasaan Orang Jerman yang Tampak Aneh

Ada banyak hal menarik yang dimiliki negara Jerman. Namun, bagi kamu yang baru pertama kali mengunjungi Jerman, mungkin kamu akan heran ketika melihat kebiasaan-kebiasaan orang Jerman yang berbeda dengan kebiasaan orang-orang di negara kamu.

Orang Jerman memiliki beberapa kebiasaan yang tampak “aneh” bagi orang lain di luar Jerman.

Mau tahu seperti apa kebiasaan “aneh” orang Jerman? Yuk kita simak berikut ini, seperti dikutip dari lembaga bahasa Jerman Eduversity.

5 Kebiasaan Orang Jerman yang Tampak “Aneh” Bagi Warga Negara Lain

Ketika kamu berada di Jerman jangan heran jika kamu tidak bisa berbelanja di hari Minggu.

Simak kebiasaan orang Jerman yang tampak aneh di artikel ini.

1. Berbelanja pada hari Minggu? Tidak mungkin di Jerman.

Di Indonesia mungkin kamu terbiasa pergi berbelanja di hari Minggu, tapi ketika kamu berada di Jerman jangan heran jika kamu tidak bisa berbelanja di hari Minggu. Mengapa begitu? Jerman memiliki gagasan tentang Sunday Funday.

Sebagian besar toko di Jerman tutup pada hari Minggu, satu-satunya pengecualian adalah toko kecil di stasiun kereta api dan pom bensin.

Awalnya, ini dilakukan terkait alasan religius dan hari Minggu adalah hari istirahat dimana orang seharusnya tidak bekerja.

Konsep ‘Ruhetag’ (hari istirahat) dipegang oleh banyak orang Jerman. Saat ini hari istirahat lebih merupakan tradisi sekuler yang memberi seseorang waktu berharga untuk berkumpul bersama keluarga atau menyalurkan hobi mereka.

Bahkan, orang Jerman menganggap bahwa hari Minggu sebaiknya tidak melakukan pekerjaan seperti memotong rumput ataupun merenovasi rumah.

2. Sering Menegur Secara Terbuka

Orang Jerman memiliki norma dan aturan yang dipatuhi oleh mereka. Jika mereka melihat seseorang yang berperilaku tidak sesuai dengan norma budaya Jerman, mereka tidak segan untuk menegur dan memperingatkan orang atas perilakunya.

Misalnya saja, Jaywalking (menyeberang secara sembrono) adalah jenis perilaku lain yang tidak bisa ditoleransi oleh orang Jerman. Di Jerman, menyeberang jalan sampai hari ini masih mengungkapkan disiplin yang jarang dialami di tempat lain.

Ketika lampu merah terlihat di penyeberangan pejalan kaki, pejalan kaki kebanyakan menunggu lampu hijau. Bahkan jika tidak ada kedaraan yang lewat. Jika kamu ketahuan menyeberang sembrono, dengan sangat cepat seseorang akan mendekati kamu dan menegur kamu.

Polisi harus mencegat orang-orang yang menyeberang, sementara orang lain akan memelototi atau mengomentari mereka yang tidak memberikan contoh yang baik.

3. Menjadi Frontal dan Terkadang Menyinggung

Orang Indonesia terkenal ramah dan terkadang berbasa-basi ketika berbicara. Namun, kamu mungkin akan kaget ketika berada di Jerman. Kebiasaan orang Jerman adalah berbicara langsung atau ‘to the point’ tentang suatu masalah tanpa berbelit-belit.

Mereka biasanya tidak berusaha menutupi apa yang mereka maksudkan, walaupun terkadang hal itu bisa menyinggung orang lain.

Segala macam keterusterangan mereka adalah tentang berkomunikasi menggunakan sesedikit mungkin kata. Namun, hal itu tidak ditujukan untuk bersikap kasar.

4. Lebih Menyukai Metode Pembayaran Uang Tunai

Jerman memang terkenal sebagai negara maju dan modern yang penuh dengan inovasi. Namun, ada satu hal yang mungkin tampak bertolak belakang dengan hal itu, yaitu penggunaan kartu kredit dan debit di restoran masih tidak dapat diterima dan cara pembayaran yang dipilih seringkali berupa uang tunai.

5. Merokok di dalam Gedung Publik Masih Diperbolehkan

Jika di tempat-tempat lain kamu sering menemukan area bebas rokok di ruang-ruang publik, berbeda dengan di Jerman.

Jerman modern belum melarang merokok di tempat-tempat publik, sehingga orang-orang seringkali merokok di bar dan restoran seperti yang mereka lakukan bertahun-tahun yang lalu di negara-negara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *