Konservasi Cetak Biru Gajah Sumatera Bag6

Hasilnya, ada 148 individu dengan variasi genetika. Studi juga mendapati populasi gajah di Tesso Nilo terdiri atas tiga garis haplogroup (leluhur). Adapun di Way Kambas, Lampung, dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Jambi, masing-masing berasal dari satu dan dua garis leluhur. ”Semakin ke selatan, keragaman genetika gajah Sumatera kian rendah,” kata Herawati. ”Ini tentu mimpi buruk bagi konservasi.”

Studi konservasi ini juga mengungkap adanya pergerakan beberapa individu di sekitar hutan tanaman industri. Pergerakan mereka terkonfrmasi dari data kalung global positioning system yang dipasang di beberapa ekor gajah. Sunarto menduga pergerakan itu akibat tingginya aktivitas manusia, khususnya perambah hutan di habitat gajah. ”Gajah semakin terdesak,” ujar Sunarto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *