Memahami Skrining Pendengaran Pada Bayi Bag2

Pada usia 12 bulan, diharapkan bayi sudah dapat menirukan suara dan belajar bicara (babbling) seperti mengucapkan “mama” atau “baba” seperti bayi pada umumnya. Bila dibarengi dengan dengan terapi wicara atau terapi audioverbal (terapi mendengar sehingga dapat mendeteksi suara dan selanjutnya dapat berkomunikasi), diharapkan pada saat anak berusia 3 tahun, perkembangan bicara dan bahasanya sudah mendekati anak yang pendengarannya normal.

Baca juga : Kerja di Jerman

DARI INFEKSI HINGGA BAWAAN LAHIR Menurut dr. Rita Andriyani, SpA, ada beberapa hal yang menyebabkan bayi mengalami gangguan pendengaran. Di antaranya; ? Adanya faktor infeksi dari ibu ketika ia hamil seperti toksoplasma, rubella. Karenanya, saat hamil sebaiknya Mama menjalani pemeriksaan TORCH (Toxoplasma gondii (toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV). Dari hasil pemeriksaan TORCH akan diketahui Mama memiliki infeksi apa saja. Bayi yang lahir dari ibu pengidap Rubella pada trimester pertama dapat menderita kelainan kongenital mata seperti katarak dan kelainan pada sistem pendengaran atau tuli. Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah infeksi yang terjadi pada periode organo genesis (proses pembentukan organ tubuh) yang berlangsung di trimester pertama. Infeksi tertentu dalam periode organogenesis dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan suatu organ rubuh, termasuk organ telinga. ?

Pengunaan obat-obatan oleh ibu selama masa kehamilan. Obat-obatan yang bersifat ototoksik dan teratogenik berpotensi mengganggu proses organo genesis dan merusak sel-sel rambut koklea d telinga. Obat-obatan tersebut antara lain: Streptomisin, Aminoglikosid, Kinin, Preparat salisil. ? Gangguan pendengaran bawaan. Dapat disebabkan oleh: ¦ Faktor keturunan. Beberapa bayi terlahir dengan gangguan pendengaranatau keadaan tuli, atau adanya riwayat keluarga dengan tuli sejak lahir. ¦

Kelainan medis pada ibu yang sedang hamil, seperti diabetes atau toxemia. ¦ Bayi lahir prematur, karena mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan pendengaran atau ketulian. ¦ Peradangan telinga tengah. Infeksi pada telinga tengah adalah penyebab utama gangguan pendengaran dan ketulian pada bayi. Infeksi telinga tengah se ring dialami bayi karena tuba eustachius belum berkembang dengan baik saat bayi lahir. Akibatnya terjadi penumpukan kotoran di belakang gendang telinga, sehingga muncullah infeksi. Infeksi yang akut dapat mengganggu pendengaran sementara waktu.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *