3 Kali Makan, 2 Kali Makan Kudapan

Jadwal makan ini harus dibiasakan sejak dini dan dilaksanakan dengan konsisten, artinya pada jamjam yang sama setiap hari. Selain itu, usahakan agar durasi setiap makan maksimal 30 menit untuk membantu anak mengenali kapan ia harus makan. Apabila pada satu kali waktu makan, anak melewatkan jadwal karena menolak, melepeh, atau terlalu lama mengunyah makanannya, Mama tidak perlu memaksanya untuk makan.

Baca juga : Kursus Bahsa Jerman di Jakarta

Melalui pola ini, anak belajar mengenai konsekuensi, yaitu bila tidak makan, maka ia akan merasa lapar dan lapar adalah perasaan yang tidak nyaman. Dengan demikian, anak belajar bila waktu makan tiba, ia harus makan. Jika anak melepeh atau melempar makanan, Mama dapat menghentikan sesi makan untuk mengajari anak lebih menghargai makanan.

Percayalah, meski belum bisa berbicara dengan lancar, anak dapat memahami apa yang Mama jelaskan. Oleh karena itu, berikanlah penjelasan ke batita mengapa ia harus makan secara teratur, beretika, dan mengonsumsi menu yang bervariasi. Semakin anak mengerti alasan ia harus makan, maka semakin termotivasi ia untuk mempertahankan perilaku makan tersebut.

Batasi Penggunaan Tablet Dan Ponsel Pintar

Lembaga American Academy of Pediatrics mengimbau para orangtua untuk menjauhkan televisi, komputer, ponsel pintar, dan tablet bagi anak-anak di bawah usia 2 tahun. Imbauan ini muncul seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna gadget yang berusia di bawah tiga tahun.

“Fakta ini sebenarnya tidak mengejutkan, mengingat banyak orangtua sekarang yang memiliki gadget canggih, sehingga dengan sendirinya anak juga akan ikut menggunakan,” kata Dr. Hilda Kabali, dokter anak dari Einstein Medical Center, Philadelphia. Hasil studi Kabali memperlihatkan, hampir 50% batita menggunakan ponsel pintar dan tablet sebelum ulang tahun pertamanya.

Pada usia 2 tahun, rata-rata anak yang menjadi responden penelitian menghabiskan minimum satu jam untuk bermain di perangkat mobile ini. Studi juga memperlihatkan, banyak orangtua menggunakan gadget sebagai sarana untuk menenangkan bayi maupun batitanya, sementara mereka sedang sibuk mengerjakan hal lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *