Apa itu kontrasepsi Norplant?

Kapsul-kapsul ini bisa terasa dan kadang kala terlihat seperti benjol an atau garis-garis. Norplant dapat dipasang pada waktu menstruasi atau setelah melahirkan oleh dokter atau bidan yang terlatih. Sebelum pemasangan, umumnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan pada Mama. Mama juga akan menjalani anastesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Luka bekas pemasangan harus dijaga agar tetap bersih, kering, dan tidakboleh kena air selama 5 hari.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter seminggu setelah pemasangan. Setelah itu, setahun sekali selama pemakaian dan setelah 5 tahun norplant harus diambil/dilepas. Efektivitas norplant cukup tinggi. Alat kontrasepsi ini juga tidak mengganggu kelancaran ASI. Namun susuk tak boleh digunakan oleh pen derita diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, migrain, epilepsi, ken cing batu, penyakit jantung, atau ginjal. Adapun efek samping yang bisa muncul adalah spotting atau menstruasi yang tidak teratur dan berat badan bertambah.

Jangan Khawatir Sulit Hamil

Pertanyaan selanjutnya terkait kontrasepsi ini adalah apakah perempuan akan sulit hamil setelah ber-KB? Seperti dilansir dari situs BKKBN, memang butuh waktu untuk subur kembali setelah pemakaian KB hormonal yang cukup lama, seperti suntik, pil, dan susuk. Penyebabnya tak lain selama pemakaian alat kontrasepsi tersebut, kondisi hormon seorang perempuan “diganggu” agar sementara berada dalam kondisi “ti dak subur”.

Ketidakseimbangan hormonal yang diakibatkannya berefek menjadi ketidaksuburan. Contoh, pada kasus Mama yang menjalani suntik kontrasepsi 3 bulanan yang dipakai lebih dari 1 tahun. Meski sudah berhenti ber-KB selama 3 bulan, di dalam darahnya bisa masih tersisa hormon-hormon yangdisuntikkan sebelumnya. Inilah yang menyebabkan Mama tidak dapat menjadi subur seketika. Untuk mengembalikan keseimbang an hormonalnya, Mama diharapkan sabar menunggu sambil te rus berusaha.

Proses pencapaian kesubur an kembali sangatlah individual. Mungkin mingguan atau bulanan. Yang dapat dilakukan untuk memulihkan keseimbangan hormon antara lain perhatikan pola makan, jaga stamina dengan berolahraga, tidak merokok dan minum alkohol, serta hindari stres. Selain itu, nikmati hubungan suami-istri dengan suasana relaks dan bahagia, saling menyayangi dan tanpa dibawa beban.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *