Angkat Sauh Feri Jarak Jauh

Puluhan truk barang antre mengular di area parkir sementara Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pada Kamis dua pekan lalu, antrean kendaraan itu tengah menunggu giliran naik ke kapal motor penumpang Legundi, yang baru bersandar di sana. Truk dengan aneka muatan itu satu per satu masuk ke lambung kapal. ”Sebanyak 25 unit truk campuran diparkir di dek utama, 15 unit di dek atas, dan 5 unit di dek bawah,” ujar seorang petugas lapangan. Legundi adalah kapal jenis roll-on/rollo? (roro) milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Pada awal Desember lalu, feri ini mudik ke tempat kelahirannya di Surabaya. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, kapal buatan PT Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya ini beroperasi di jalur penyeberangan Merak, Banten-Bakauheni, Lampung. Legundi kini mendapat tugas baru: melayani pelayaran jarak jauh dari Surabaya ke Pelabuhan Lembar, Lombok. Pembukaan rute ini dilakukan setelah ASDP melihat potensi lalu lintas jalur Jawa Timur-Nusa Tenggara Barat.

Volume ratarata truk yang menyeberang dari Jawa Timur melalui Ketapang di Banyuwangi menuju Gilimanuk di Bali mencapai 1.500 per hari. Sepuluh persen dari jumlah itu, menurut Direktur Utama ASDP Faik Fahmi, melanjutkan perjalanan dengan menyeberang dari Padang Bai di Karang Asem, Bali timur, menuju Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat. Lambung Legundi pada Kamis sore dua pekan lalu itu memang belum terisi penuh.

Dari kemampuan angkut 142 unit kendaraan dan 812 penumpang, tingkat keterisian kapal baru 50-60 persen, yang didominasi truk angkutan barang. Manajer Usaha ASDP Cabang Surabaya Wildan Jazuli mengatakan Legundi belum banyak dilirik penumpang kendaraan kecil. ”Banyak yang belum tahu rute ini karena masih baru,” ujarnya kepada Tempo. Meski begitu, menurut Wildan, minat konsumen meningkat menjelang tutup tahun.

Pada awal peluncuran, jumlah penumpang berkisar 50 orang. Kini penumpang Legundi bisa mencapai 200 orang. ASDP juga sudah menerima booking pelayaran pulang-pergi Surabaya-Lombok dari sebuah klub mobil yang memberangkatkan 80 kendaraan menjelang malam pergantian tahun. Waktu tempuh yang lebih cepat ketimbang jalur darat jadi modal ASDP mempromosikan pelayaran baru tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *